بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:
Saudaraku seiman…
Saya heran dan kasihan, setelah tersimbahnya darah kaum muslim baik di Suriah dan khususnya di Mesir, banyak sekali terjadi perdebatan kusir sesama muslim, ada pro dan kontra, bahkan tidak sedikit saling tukar sumpah serapah, banyak sekali orang BERLAGAK menjadi komentator dan analisis, menganggap salah negara ini itu, seakan ia komentator handal dan sangat berpengalaman, BAHKAN TERKADANGANALISANYA ‘NGALAH-NGALAHIN’ ORANG YANG TINGGAL DI DAERAH TERSEBUT. Akibatnya terputus hubungan tali silaturrahim.
Sudah dibilangin…orang seperti saya DAN MUNGKIN JUGA ANDA, orang awam, bukan alim agama, cuma pekerja biasa, lebih baik dalam permasalahan yang menyangkut kebaikan atau keburukan kebanyakan kaum muslim…BANYAK BERDOA DARIPADA BANYAK BERBICARA YANG TIDAK MENGHASILKAN APA-APA, BAHKAN HANYA NAMBAH DOSA KARENA TIDAK MENJAGA LISAN DAN TULISAN.
Sudah tidak pergi ke medan jihad…
Bersedekah juga tidak…
Jadi…BERDOA UNTUK KEBAIKAN KAUM MUSLIM, INILAH YANG LEBIH REAL DILAKUKAN KAUM MUSLIM. INILAH FIKIH WAQI’ (REALITA) SEBENARNYA…
Dan ternyata begitulah fatwa para ulama. wallahu a’lam.
Saudaraku seiman..
Ketauhilah, para ulama salaf merangkum ilmu dalam beberapa hal;
- menjaga tangan jangan sampai membunuh muslim,
- menjaga perut jangan sampai makan harta muslim (tanpa kebenaran),
- menjaga lisan jangan sampai menggugurkan kehormatan muslim
- selalu berada dalam kesatuan kaum muslim.
قَالَ اللَّيْثُ بنُ سَعْدٍ، وَغَيْرُهُ: كَتبَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ أَنِ اكتُبْ إليَّ بِالعِلمِ كُلِّهِ، فَكَتَبَ إِلَيْهِ: إِنَّ العِلمَ كَثِيْرٌ، وَلَكِنْ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَلقَى اللهَ خَفِيفَ الظَّهْرِ مِنْ دِمَاءِ النَّاسِ, خَمِيْصَ البَطنِ مِنْ أَمْوَالِهِم, كَافَّ اللِّسَانِ عَنْ أَعْرَاضِهِم, لاَزماً لأَمرِ جَمَاعَتِهِم، فَافعَلْ
Al Laits bin Sa’ad (W:175H) rahimahullah dan selainnya berkata: “Seseorang telah menulis surat kepada Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma: “Tuliskanlah kepadaku akan semua ilmu”, lalu beliau menulis surat kepadanya: “Sesungguhnya ilmu itu banyak, akan tetapi jika kamu sanggup ketika kamu bertemu dengan Allah dalam keadaan ringan pundak dari (membawa) darah manusia, kosong perut dari (mengambil) harta mereka, menjaga lisan dari (mengambil) kehormatan mereka, selalu berada dalam kesatuan mereka (kaum muslim), maka kerjakanlah!”. lihat kitab Siyar A’lam An Nubala’, 5/216.
Semoga nasehat dari seorang Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma menjadikan kita lebih berhati-hati dalam merespon kejadian yang berkaitan dengan darah kebanyakan kaum muslim. Wallahu a’lam.
Ditulis oleh Ahmad Zainuddin
Kamis, 22 Syawwal 1434H, Dammam KSA.
