Tercengang ketika membaca cerita tentang Amir bin Abdi Qais seorang Tabi’ie rahimahullah:
عن عَامِرِ ابْنِ عَبْدِ قَيْسٍ رحمه الله تعالى, قَالَ لَهُ رَجُلٌ: أُكَلِّمُك , قَالَ: أَمْسِكْ الشَّمْسَ
“Amir bin Abdi Qais rahimahullah diriwayatkan, pernah seseorang berkata kepadanya: “Aku ingin berbicara kepadamu”, beliau menjawab: “Tahanlah matahari (sehingga aku ada waktu untuk berbicara denganmu)”. Disebutkan oleh Ibnu al Jauzi di dalam kitab Shaid Al Khathir.
Sebegitu menjaganya kah mereka para generasi terbaik terhadap bahkan detik-detik dari waktu mereka?!?
Saudaraku seiman…
Semoga setelah ini, saya dan juga saudara sekalian, lebih memperhatikan waktunya
Lebih memperhatikan ketika menulis status dan komentar di media sosial.
Lebih berfikir…
Apakah dengan status dan komentar yang “sok politikus” akan mendatangkan manfaat di akhirat?
Apakah dengan status dan komentar yang “sok fans sepak bola dan klubnya” akan mendatangkan manfaat didunia apalagi di akhirat?
Apakah dengan status dan komentar yang “sok infotainmenter” akan mendatangkan kebaikan di dunia apalagi akhirat?
Apakah dengan status dan komentar yang “sok ekonom” akan mendatangkan kebaikan di dunia apalagi akhirat?
Ttd
Sobat yang menginginkan kebaikan untukmu