بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:
Kawan pembaca seiman…
Ini adalah sambungan uraian berkahnya Ramadhan:
5. Di dalam Ramadhan Allah Ta’ala memiliki hamba-hamba yang dimerdekakan dari Api neraka:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلَّهِ عِنْدَ كُلِّ فِطْرٍ عُتَقَاءَ وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ
Artinya: “Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki pada setiap berbuka orang-orang yang dimerdekakan (dari api neraka) dan itu di setiap malam.” HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahih Ibnu Majah, 2/59.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا كَانَتْ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَنَادَى مُنَادٍ يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ ».
Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika pada malam pertama dari Ramadhan para syetan dan pemimpin jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada yang terbuka satu pintu pun dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada yang tertutup satu pintu pun, ada seorang yang menyeru: “Wahai pencari kebaikan sambutlah, wahai pencari keburukan cukuplah, dan Allah memiliki orang-orang yang dimerdekakan dari neraka dan itu pada setiap malam (dari Ramadhan).” HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 759.
6. Bulan Ramadhan bulan pengampunan dosa dan kesalahan.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقُولُ « الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ ».
Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu bersabda: “Shalat lima waktu, shalat Jumat ke Jumat, berpuasa Ramadhan ke Ramadhan lainnya adalah penghapus dosa-dosa diantaranya jika dijauhi dosa-dosa besar.” HR. Muslim.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ارْتَقَى الْمِنْبَرَ فَقَالَ :« آمِينَ آمِينَ آمِينَ ». فَقِيلَ لَهُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كُنْتَ تَصْنَعُ هَذَا؟ فَقَالَ :« قَالَ لِى جَبْرَئِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ فَقُلْتُ آمِينَ ، ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ فَقُلْتُ آمِينَ ، ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ فَقُلْتُ آمِينَ ».
Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam naik ke atas mimbar, kemudian beliau bersabda: “Amin, Amin, Amin”, beliau ditanya: “Wahai Rasulullah, kenapa engkau mengerjakan ini?”, beliau menajwab: “Jibril ‘alaihissalam telah berkata kepadaku: “Sungguh sangat merugi seseorang yang masuk ke dalam Ramadhan dan tidak diampuni dosanya, lalu aku ucapkan: “Amin”, kemudian Jibril berkata lagi Sungguh sangat merugi seseorang yang disebutkan di depannya namamu lalu ia tidak bershalawat atasmu, lalu aku ucapkan: “amin”, kemudia beliau berkata: “Sungguh sangat mrugi seorang yang mendapati kedua orangtuanya atau salah satunya, lalu ia tidak masuk surga”, maka aku ucapkan: “amin.” HR. Al Baihaqy
Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan ampunan dosa dan kesalahan.
7. Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya terdapat beberapa amalan berpahala luar biasa dan tidak dapat dikerjakan kecuali pada bulan Ramadhan!
– Berpuasa Ramadhan karena iman dan berharap pahala maka diampuni dosa yang telah lalu
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ» .
Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu”. HR. Bukhari dan Muslim.
– Shalat tarawih pada bulan Ramadhan karena iman dan berharap pahala, maka diampuni dosa yang telah lalu
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » .
Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang beribadah pada malam hari bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu”. HR. Bukhari dan Muslim.
– Shalat tarawih bersama imam, maka akan dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam
عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عن قيام رَمَضَانَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ ».
Artinya: “Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seseorang jika shalat bersama imam sampai dia selesai maka dihitung baginya pahala shalat sepanjang malam”. HR. Abu Daud dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 1615.
– Berumrah di dalam Ramadhan senilai haji atau haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – قَالَ لَمَّا رَجَعَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – مِنْ حَجَّتِهِ قَالَ لأُمِّ سِنَانٍ الأَنْصَارِيَّةِ رضي الله عنها: « فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى » .
Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma bercerita, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pulang dari hajinya, beliau berkata kepada Ummu Sinan Al Anshariyyah: “Sesungguhnya berumrah dibulan Ramadhan mengganti (/senilai) haji bersamaku”. HR. Bukhari dan Muslim. Wallahu a’lam.
Semoga menjadikan kita lebih tahu tentang berkahnya Ramadhan sehingga mendorong kita lebih bertekad untuk mendapatkannya.
Ahmad Zainuddin
Sabtu, 3 Ramadhan 1433H, Dammam KSA.

