Rokok Si Pembunuh Berdarah Dingin (bagian 04)
Artikel Fiqh

Rokok Si Pembunuh Berdarah Dingin (bagian 04)

Alasan-alasan yang Terbantahkan
1.    Sebagian orang mengaku bahwa sebagian perokok mereka hidup berumur panjang, rokok tidak membahayakan mereka,maka kita katakan kepada mereka: “Jika rokok tidak membahayakan tubuh mereka, maka sungguh ia telah membahayakan harta, akhlak, mereka dan masyarakat mereka, dan terkadang tidak terlihat bahayanya kecuali setelah beberapa waktu, sebagaimana yang terjadi terhadap seseorang yang menghabiskan waktu yang panjang dalam merokok, para dokter telah bersepakat bahwa rokok berbahaya terhadap kesehatan”, kemudian kita katakan kepada yang merokok: “Apakah Anda rela anak Anda merokok? Apakah Anda menyuruhnya untuk itu atau melarangnya? Dan jika Anda melarangnya, lalu Apa yang Anda katakan kepadanya?”.

2.    Sebagian perokok mengaku bahwa mereka tidak bisa meninggalkan rokok, maka kita katakan kepada mereka: “Sesungguhnya manusia mampu menahan dari makan dan minum berhari-hari, lalu bagaimana tidak mampu menahan dari rokok, padahal ia tidak mengenyangkan dan menutupi dari kelaparan.!!
Saudaraku yang kusayang…
Sesungguhnya perkara ini membutuhkan sikap yang jujur terhadap diri sendiri, ia menentukan sikapnya terhadap perintah-perintah dan larangan-larangan Allah… Apakah ia akan bersikap menerima, mentaati dan tunduk serta patuh? Atau bersikap dengan sikap ragu-ragu, setengah-setengah dan tidak patuh terhadap hukum Allah ?!
Harus dari sikap yang jelas terhadap diri sendiri sampai ia kembali kepada Rabbnya, Allah Ta’ala berfirman:

{ فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا}

Artinya: ”Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” QS. An Nisa’: 65.
Allah Ta’ala berfirman:

{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا }

Artinya: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” QS. Al Ahzab: 36.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يُؤمِنُ أَحدكم حتّى يكونَ هواه تبعاً لما جئتُ به لا يزيغُ عنه

Artinya: “Tidak beriman salah satu dari kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.”
Ketika telah tetap hakikat ini di dalam diri seorang yang beriman, maka mudah baginya meninggalkan apa saja untuk mendapatkan keredhaan penciptanya, maka para shahabat  radhiyallahu ‘anhum mereka dulunya adalah para peminum khamr, tetapi dengan hal itu ketika turun ayat pengharaman khamr mereka berhenti seketika tanpa alasan-alasan tidak sanggup untuk meninggalkannya akan tetapi seluruh dari mereka mengatakan: “Kami berhenti, kami berhenti.”

Nasehat untuk yang tidak Merokok
Saudaraku yang mulia yang tidak merokok
Pujilah Allah Ta’ala yang telah menyelamatkanmu dan tidak memburukkanmu dengan kebiasaan yang buruk ini, dengan racun yang menghancurkan ini.
Kemudian ketahuilah, bahwa bahaya rokok tidak terbatas pada para perokok saja, akan tetapi melampaui kepada selain mereka, yang mana penelitian ilmiyah telah menetapkan bahwa duduk empat jam perhari di dalam satu ruangan di dalamnya para perokok ini senilai merokok sebanyak sepuluh batang.
Berdasarkan hal ini, maka sesungguhnya selain perokok akan mendapatkan setiap apa yang di dapatkan oleh perokok, dan hal itu adalah hasil meningginya kadar okside karbon pertama di dalam udara dan melampaui batas yang diperbolehkan.
Tambahan dari itu, bahwa siapa yang duduk bersama seorang perokok dan ia sedang merokok, maka ia berdosa dengan duduk bersamanya, jika ia tidak megingkarinya atau meninggalkan majelis, jika sang perokok tidak berhenti dari rokoknya. Karena hal itu dianggap sebagai bentuk kerelaan terhadap kemungkaran dan tidak mengingkarinya.
Oleh sebab itulah, semestinya bagi orang-orang yang tidak merokok untuk memperhatikan akan hal itu, tidak mengizinkan seorangpun untuk merokok di sekitar mereka, untuk kebaikan mereka pertama dan kebaikan para perokok keduanya. Semoga hal itu menjadi penolong bagi mereka untuk meninggalkannya dan bertaubat darinya. Kalau seluruhnya saling tolong menolong niscaya akan minim yang merokok dan sungguh akan hilang rokok dari tempat-temapt duduk, jalan dan kantor-kantor kita dan sungguh seluruhnya akan terlepas dari kerusakan dan bahaya-bahaya-nya.
Bersambung insyaAllah: “Kepada Para Penjual Rokok” – Rokok si Pembunuh Berdarah Dingin (bagian 05 habis)

Diterjemahkan oleh Ahmad Zainuddin dari artikel berjudul Asli القتل البطيء disusun oleh Bagian Keilmuan Madar Al Wathan, Riyadh KSA.

Kamis, 7 Shafar 1434H, Dammam KSA.

Post Comment